Transinformasi.com,
Demikian di sampaikan oleh Dedi Yuginta yang Juga selaku ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Bandarlampung saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur (TKT), Minggu (29/03/2026).
Dalam sambutanya Dedi Yuginta menekankan bahwa persatuan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia, masyarakat diharapkan mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat kebersamaan, bukan sebaliknya menjadi sumber perpecahan.

“Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus saling menghormati, menghargai, serta menjaga kerukunan antar sesama,” ujar Dedi Yuginta di hadapan peserta sosialisasi.
Lebih lanjut Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi perkembangan informasi, khususnya di era digital saat ini.Menurutnya, penyebaran berita hoaks dapat memicu konflik dan merusak keharmonisan sosial apabila tidak disikapi dengan baik.
Selain itu, dalam suasana menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri, Dedi Yuginta turut menyampaikan pesan penting tentang makna saling memaafkan. Ia menyebut bahwa Idul Fitri menjadi momentum yang tepat untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.
“Di momen Hari Raya Idul Fitri ini, saya dan keluarga dan atas nama anggota DPRD dan seluruh pengurus DPC PDIP mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Semoga kita semua dapat kembali fitrah dan terus menjaga persatuan serta kebersamaan,” ungkapnya.
Wakil ketua Komsi III DPRD kota Bandarlampung ini juga menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Fitri sangat sejalan dengan semangat Pancasila, terutama dalam membangun kehidupan yang harmonis, penuh toleransi, dan saling menghargai.
“Saya juga berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang aman, damai, serta penuh rasa persaudaraan di tengah masyarakat Kota Bandar Lampung,”pungkasnya (ydn).

















