Transinformasi.com,Bandarlampung – Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari fraksi Demokrat, Agusman Arief menegaskan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang penuh makna bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Dalam suasana yang fitri ini, ketua komisi II DPRD, Agusman Arief, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai wadah mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.
Demikian disampaikan nya saat menggelar acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Pengajaran,Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU),Minggu (29/03/2026).

Menurut Agusman, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
“Momentum Idul Fitri ini harus kita manfaatkan untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Agusman Arief juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.Dengan saling memaafkan, diharapkan tercipta suasana yang harmonis, damai, dan penuh rasa kekeluargaan.
“Nah,kami sekeluarga mengucapkan Tabaroqallahu, Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.Mohon maaf lahir dan batin,”ucapnya.
Selain itu, Agusman Arief mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Idul Fitri sebagai landasan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
“Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
Diketahui kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan dua narasumber yakni narasumber MI.Darma Setiawan anggota DPRD kota Periode 2019-2024 dan narasumber kedua yakni Anggalana S.H dari Akademisi turut memberikan pemaparan materi.
Dalam paparan salah satu narasumber Mi.Darma Setiawan memaparkan terkait pentingnya toleransi merupakan kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.
“Kita ini kaya akan perbedaan suku, agama, dan budaya, sikap saling menghargai menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan,”kata Mi.Darma Setiawan.
Sementara itu narasumber kedua yakni Anggalana,S.H dari akademisi memaparkan terkait pengaruh Politik dunia sangat berpengaruh terhadap stabilitas global dan kehidupan sehari-hari.
“Semakin stabil politik dunia, semakin baik pula kondisi ekonomi dan keamanan negara-negara di dunia,”pungkasnya,(ydn).

















