Transinformasi.com,Punduh Pidada Pesawaran –Diduga akibat kelalaian penjagaan di area Tambang, salah satu warga Desa Kota Jawa,Kecamatan Punduh Pidada,Kabupaten Pesawaran, Evi mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motornya setelah berusaha menghindari truk yang tiba-tiba keluar dari area tambang.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (08/03/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.Saat itu hujan lebat mengguyur wilayah tersebut ketika korban sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.Saat melintas di jalan dekat lokasi tambang batu, tiba-tiba sebuah mobil truk keluar dari area tambang sehingga membuat korban terkejut dan kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya.
“Saat itu hujan lebat, saya mau arah pulang.Tiba-tiba ada mobil truk yang keluar dari tambang, saya kaget dan langsung banting setang kalau tidak saya masuk ke kolong truk ,”ucapnya saat di hubungi Senin (09/03/2026).
Evi menyatakan bahwa dalam kejadian tersebut, dirinya mengalami luka dan diduga mengalami pergeseran pada engsel tempurung lutut.
Dirinya juga menyebutkan bahwa sebenarnya di lokasi tersebut biasanya terdapat penjagaan untuk mengatur keluar masuk kendaraan tambang.Namun saat kejadian berlangsung, tidak ada petugas yang berjaga.
“Memang di lokasi jalan itu ada penjagaan setiap harinya,tapi waktu itu hujan lebat jadi yang jaga tidak ada,makanya bisa terjadi kecelakaan itu,” tambahnya.
Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan bahwa pihak tambang bersedia menanggung biaya pengobatan atas kecelakaan yang dialaminya. Namun,.kondisi yang dialaminya membuat dirinya kemungkinan tidak dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan normal bersama keluarga.
“Kalau dari pihak tambang memang bersedia memberikan pengobatan sampai di manapun, tapi ini kan mau Lebaran, saya pastinya tidak bisa merayakan Lebaran seperti biasa,” ungkapnya.
Dengan demikian warga berharap aktivitas kendaraan tambang yang melintas di jalan umum dapat lebih diperhatikan,terutama terkait pengamanan saat kendaraan keluar masuk area tambang agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Sementara itu,Dedi Sutomo, salah satu penanggung jawab perusahaan tambang, menyatakan pihak perusahaan telah berupaya memberikan pertolongan kepada korban serta siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut lataran keseharian korban ada aktifitas dan mau menyambut hari raya idul Fitri.
“Kami juga sudah melakukan musyawarah ke pihak kelurga, namun dari pihak keluarga korban ingin mengadakan musyawarah adat terlebih dahulu.Intinya kami dari pihak perusahaan siap bertanggung jawab,” ujar Dedi.
Ia juga menambahkan bahwa pihak perusahaan telah memberikan penanganan awal terhadap korban dengan membawa korban untuk mendapatkan pengobatan.
“Untuk pertanggung jawaban,Kami juga telah memberikan pengobatan ke puskesmas dan memanggil tukang urut dalam kejadian ini,” tambahnya.
Sementara itu,Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Punduh Pidada, Sahipudin,mengatakan pihak pemerintah desa telah berupaya melakukan mediasi antara pihak korban dan pihak perusahaan tambang.
“Sebagai kepala desa, pada intinya kami melakukan mediasi antara pihak korban dengan pihak perusahaan agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Sahipudin.
“Saya berharap permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat ,”pungkasnya.ydn).

















