Transiformasi.com,Bandar Lampung–Srikandi PDI Perjuangan, Wiwik Anggraini, S.H.,yang juga selaku anggota DPRD kota Bandarlampung mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan memulainya dari lingkungan keluarga.
Menurutnya,keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter, moral, serta jiwa kebangsaan generasi penerus bangsa.
Demikian disampaikan Wiwik Anggraini saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di kelurahan Kampung Baru Kecamatan Labuhan Ratu Rabu (29/07/2026).
Dalam sambutannya, Wiwik mengatakan bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Implementasi Ideologi Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, gotong royong, toleransi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak usia dini,” ujar Wiwik.
Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta pengaruh media sosial, keluarga menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.
Wiwik Berharap melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), dirinya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, sehingga nilai-nilai luhur bangsa dapat terus diwariskan kepada generasi penerus demi mewujudkan Indonesia yang maju, bersatu, dan berkeadilan.
Diketahui pada kesempatan tersebut, hadir dua narasumber, Widya Riski Ekaputri dan Palgundi, yang memaparkan materi mengenai pentingnya memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut ,Palgunadi menekankan bahwa implementasi Pancasila tidak hanya diterapkan di lingkungan keluarga, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.Menurutnya, sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila yang mampu memperkuat persatuan bangsa.
Sementara itu Narasumber lainya Widya Riski Ekaputri menjelaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak dalam mengenal nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga harus menjadi teladan dalam mengamalkan lima sila Pancasila, mulai dari menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, membiasakan musyawarah, hingga menanamkan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua narasumber sepakat bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat,berakhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.(*).










