Transinformasi.com, Padang Cermin Pesawaran— Pelaksanaan program revitalisasi SDN 14 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran,Tahun Anggaran 2025, menjadi sorotan.
Pasalnya sejumlah dugaan persoalan muncul dalam pelaksanaan kegiatan,mulai dari kualitas pekerjaan yang dipertanyakan hingga dugaan adanya rangkap peran dalam pelaksanaan dan pengawasan.

Hal ini berdasarkan Informasi yang masuk kekantor redaksi transinformasi.com menyebutkan, terdapat pekerjaan Revitalisasi tahun 2025 yang diduga tidak dilaksanakan sesuai ketentuan teknis.Salah satu yang menjadi sorotan adalah pekerjaan pengecatan yang disebut hanya dilakukan satu kali dan tidak di amplas.
“Belum sampai setahun terlihat di lapangan cat tembok sudah mengelupas karna dilakukan cuma sekali adanya dugaan mengunakan cet tidak sesuai dengan spesifikasi dalam RAB,” ujar salah seorang sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada wartawan Jumat (11/09/2026).
Selain itu juga sumber menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan tersebut adanya dugaan Rangkap Peran Jadi Sorotan yang lebih krusial adalah munculnya dugaan dobel job dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut sumber ini ada seorang berinisial RD diduga berperan sebagai pihak yang memborong atau mengerjakan kegiatan sekaligus terlibat dalam fungsi pengawasan pekerjaan tersebut.
“RD ini dalam kegiatan tersebut mendapat dobel Job tentunya sudah menyalahi aturan ,”tegasnya.
Nah,dengan demikian kata sumber bahwa dirinya berharap kepada aparat hukum segera menelusuri adanya indikasi penyimpangan ini.
“Saya minta agar pihak yang berkepentingan dalam hal ini terutama APH agar bisa turun kelapangan untuk menyelidikinya,”tegasnya.
Sementara kepala Sekolah SDN 14 Padang Cermin Dewi Tasminah menyatakan bahwa pada tahun 2025 kalau memeng di sekolah yang ia pimpin mendapat program tersebut.
“Ya kami dapat di tahun itu 2025 dan sudah selesai dikerjakan ,”jelasnya.
Saat di singgung terkait adanya pengecetan yang di duga di lakukan tidak sesuai spesifikasi latar cat sudah mengelupas, ? Dewi Tasminah membenarkan bahwa cat tembok di sekolahan nya saat ini sudah mengelupas.
“Memang ada yang mengelupas karna kemungkinan waktu pengecatan tidak di amplas ,kami pernah menghubungi pemborongnya tapi tidak di respon, paling untuk mengecat ulang akan kita carikan dananya,soalnya mau ngarapin dari pihak pemborongnya pastinya tidak di respon,”jelasnya.
Dirinya juga mengakui bahwa pemborong dalam kegiatan tersebut di kerjakan oleh berinisial RD dan juga menyebutkan bahwa RD juga merangkap jabatan dalam kegiatan itu.
“Ya mau diapain lagi kita hanya bawahan cuma bisa ngomong “Sendiko Dauh “(jawab) jadi penerima manfaat harus manut aja tau sendiri lah mas di lapangan seperti apa ,”singkatnya.
Saat di konfirmasi RD membenarkan bahwa dirinya yang mengerjakan program revitalisasi SDN 14 Padangan Cermin.
“Ya bang saya pemborongnya,”kata RD dengan singkat dan langsung menutup telpnya.
Beberapa saat kemudian, wartawan justru menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pihak yang mendapat arahan dari RD.
Dalam percakapan tersebut, orang tersebut menyampaikan bahwa RD sedang mengikuti rapat.
Selain menyampaikan alasan tersebut,orang itu kemudian meminta wartawan menyebutkan identitas narasumber yang memberikan informasi mengenai dugaan persoalan dalam proyek revitalisasi tersebut.
“Siapa nama narasumbernya dan coba kirim bukti foto ke saya,” ujarnya.(red).










