Pemerintah Desa Umbul Limus Berharap Adanya Bronjong dan Normalisasi di Aliran Sungai Way Punduh 

banner 468x60

Transinformasi.com,Pesawaran Pemerintah Desa Umbul Limus, Kecamatan Marga Punduh,Kabupaten Pesawaran,berharap adanya pembangunan Bronjong dan Normalisasi di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah Dusun 1 Desa Umbul Limus Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran.

Kepala Desa Umbul Limus, Ismail, mengatakan bahwa kondisi bantaran sungai saat ini sangat rawan terutama saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.Hal ini menyebabkan bagian dapur rumah warga sudah hanyut terbawa oleh arus banjir

“Kami khawatir jika tidak segera ditangani maka rumah warga akan habis terbawa banjir,” ujar Ismail saat dihubungi Selasa (06/01/2026) malam.

Menurutnya,dengan adanya pembangunan Bronjong dan Normalisasi sangat dibutuhkan sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan ini Selain itu,hal ini juga diharapkan dapat memperlancar aliran air dan meminimalisir terjadinya banjir.

Lebih lanjut Ismail menegaskan bahwa Pemerintah Desa Umbul Limus berharap pemerintah daerah ataupun Provinsi dan Dinas terkait dapat menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui program pembangunan infrastruktur,demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Ini murni harapan masyarkat Desa Umbul Limus.Jadi kami di Desa Umbul Limus Ini sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah agar kerusakan tidak semakin parah,” tegasnya.

Sementara menurut keterangan warga Umbul Limus Mat Kuan, menjelaskan bahwa Semenjak tahun 2017 tanggul penahan banjir di Dusun 1 Desa Umbul Limus terus menerus mengalami kerusakan, sampai saat ini tauh 2025 belum ada perbaikan oleh pemerintah daerah kabupaten ataupun Pemerintah Provinsi.

“Kami berharap pihak -pihak terkait segera mengambil sikap terkait hal ini, mengingat kami yang tinggal di pinggiran sungai way punduh Dusun 1 Desa Umbul Limus ini sangat hawatir dengan keadaan bantaran sungai Way Punduh ,”jelasnya.

Bahkan lanjut dia ada 7 rumah yang bertempat dilokasi itu semua bagian dapur rumah warga sudah hanyut terbawa oleh arus banjir ketika musim hujan.

“Nah, 7 rumah tersebut yakni.Rumah bapak subandi ,Rumah bapak liwabu, Rumah bapak Imron,Rumah bapak Ismail kuan, Rumah Bapak Mat kuan, Rumah bapak nurdin,dan terakhir rumah bapak Ali,”terangnya.

Lebih lanjut Mat Kuan juga menjelaskan bahwa sejak tahun 2024 warga tidak lagi menempati rumah- rumahnya dan tinggal di tempat lain, karna hawatir akan terjadi longsor dan banjir tiba -tiba.

“Jadi harapan kami dengan pemerintah daerah kabupaten atau Provinsi dalam hal ini,Bupati Pesawaran dan Gubernur Lampung segera mungkin mengambil sikap membenahi dengan bangun Bronjong atau melakukan normalisasi sungai agar rumah rumah kami bisa kami tempatkan kembali seperti sedia kala,”pungkasnya (ydn).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *