Transformasi,com,Pesawaran -Pihak SMA Negeri 2 Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung terus memperkuat program literasi dan pembinaan karakter sebagai upaya peningkatan keimanan serta kecintaan terhadap budaya daerah.
Selain kegiatan rutin membaca Al-Qur’an sebelum proses belajar mengajar dimulai,sekolah juga menerapkan penggunaan Bahasa Lampung setiap hari Kamis di lingkungan sekolah dan grup WhatsApp resmi.
Menurut kepala sekolah SMA Negeri 2 Punduh Pidada,Putra Agung Panjuno,S.Sos,menjelaskan Program membaca Al-Qur’an dan juga baca novel dilaksanakan setiap hari sekolah sebelum pelajaran pertama dimulai.
“Alhamdulillah seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut di kelas masing-masing dengan pendampingan guru,”kata Putra Agung Panjuno,saat dihubungi wartawan Jumat, (30/01/2026).
Menurutnya bahwa Pembiasaan ini bertujuan menanamkan nilai spiritual, membentuk akhlak, serta menciptakan suasana belajar yang tenang dan kondusif.
Ia menjelaskan bahwa program literasi religius tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter agar siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi keimanan yang kuat.
“Nah,sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal, sekolah kita juga menerapkan Hari Bahasa Lampung setiap Kamis dan ini juga adalah program dari gubernur Lampung,yang kita laksanakan,”jelasnya.
Jadi lanjut dia bahwa pada hari tersebut, siswa, guru, dan tenaga kependidikan didorong untuk menggunakan Bahasa Lampung dalam komunikasi di sekolah, termasuk dalam percakapan di grup WhatsApp sekolah.
Meskipun lanjut dia di daerah tersebut setiap harinya mengunakan bahasa daerah Lampung namun, langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Lampung.
“Dengan perpaduan program religius dan budaya tersebut, SMA Negeri 2 Punduh Pedada menargetkan terbentuknya generasi muda yang berkarakter, beriman,serta memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai budaya lokal,”tegasnya.
Sementara itu salah satu guru pengajar di SMA Negeri 2 Punduh Pedada, Samsul Qomar,S.Pd.l., menyambut positif pelaksanaan program literasi religius dan budaya yang diterapkan di sekolah.
Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum belajar serta penggunaan Bahasa Lampung setiap hari Kamis memberikan dampak baik bagi pembentukan karakter siswa.
“Program ini sangat bagus karena tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga memperkuat keimanan dan akhlak mereka,”ucapnya.
Menurutnya dengan adanya program ini tentunya suasana kelas juga terasa lebih tenang sebelum pelajaran dimulai.Sementara penerapan Bahasa Lampung setiap Kamis menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya daerah di kalangan generasi muda.
“Ya,keterlibatan guru dalam mendampingi kegiatan tersebut menjadi kunci agar program berjalan konsisten dan tujuan pembinaan karakter dapat tercapai secara maksimal,”kata Samsul Qomar ,(ydn).

















