Program Revitalisasi UPTD SDN 6 Padang Cermin Dipertanyakan, Dugaan Penyimpangan Menguat

banner 468x60

Transinformasi.com,Padang Cermin Pesawaran —Keberadaan Program Revitalisasi UPTD SDN 6 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran,Provinsi Lampung yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp889.492.061,00,dipertanyakan.

Pasalnya sejumlah material dalam pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pekerjaan atap. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari narasumber bahwa dalam RAB mencantumkan penggunaan genteng metal pasir,sementara di lapangan diduga material yang digunakan merupakan genteng metal biasa.

Selain persoalan atap, dugaan ketidaksesuaian juga ditemukan pada pekerjaan rangka baja ringan. Pelaksana proyek diduga masih menggunakan sebagian baja ringan lama dan tidak membongkar serta mengganti seluruh rangka sebagaimana yang dipersyaratkan dalam RAB.

Dugaan lainnya berkaitan dengan pekerjaan plafon.Material hollow yang seharusnya digunakan diduga tidak seluruhnya terpasang. Pelaksana disebut menggunakan kaso yang dipadukan dengan sebagian hollow sebagai rangka plafon.

Kondisi tersebut diduga berpengaruh terhadap hasil pekerjaan.Dari dokumentasi lapangan yang diambil pada Minggu (13/9/2026), terlihat ada keunikan dimana ada salah satu kertas yang tertempel di dinding dengan tertulis rincian anggaran biaya dan asal pekerjaan pekerjaan kemungkin kertas tersebut sebagai palang proyek yang si gunakan oleh pihak pemborong.

Selainitu juga kegiatan revitalisasi itu masih berlangsung, terlihat sejumlah bagian bangunan tampak proses pengerjaan dan material pekerjaan berada di sekitar area sekolah.

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan mempertanyakan penggunaan kembali baja ringan lama dalam proyek tersebut.

“Seharusnya semua untuk penggunaan baja ringan harus diganti semua, itu tidak masih menggunakan baja ringan yang lama,” tegas sumber kepada wartawan,Minggu (13/9/2026).

Menurut sumber, kesesuaian antara material yang terpasang dengan RAB perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Nilai,anggaran revitalisasi ini besar lo mencapai hampir Rp900 juta,lihat yang ditempel di dinding itu mas mungkin itu plang proyeknya ,dengan demikian tentunya kualitas dan spesifikasi pekerjaan dinilai harus menjadi perhatian dan sesuai jangan banyak- banyak lah pemborong itu ngambil untungnya,”tegasnya.

Saat dikonfirmasi kepada PLT UPTD SDN 6 Padang Cermin, Ria Restiana.Ia membenarkan bahwa sekolahnya mendapatkan program revitalisasi pada tahun 2026 dan mengakui material atap yang digunakan merupakan metal biasa.

“Pakai atap material metal biasa,” jelas Ria saat saat di konfirmasi pada Senin (14/09/2026).

Selain persoalan atap, penggunaan material rangka plafon juga menjadi sorotan. Sebelumnya, terdapat dugaan bahwa material hollow tidak digunakan sepenuhnya dan justru digantikan dengan kaso.

Menanggapi hal tersebut,Ria mengakui bahwa rangka plafon PVC memang menggunakan kaso baru yang dicampur dengan hollow. Menurutnya, penggunaan kombinasi material tersebut merupakan permintaannya kepada pihak pelaksana dengan alasan memperkuat plafon.

“Saya memang minta kepada pihak pemborongnya agar rangka plafon PVC pakai kaso campur hollow agar lebih kuat. Khawatirnya kalau tidak begitu takutnya jebol seperti kasus sekolah yang lain ,” kata Ria.

Sementara terkait dugaan penggunaan kembali baja ringan lama, Ria membantahnya.Ia menegaskan seluruh rangka baja ringan lama telah dibongkar dan diganti dengan material baru.

“Ya,nggak lah.Semua baja ringan yang lama telah dibongkar dan dipasang baja ringan baru,”kilahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan perbedaan spesifikasi genteng, penggunaan kembali baja ringan lama,maupun material rangka plafon tersebut.(Red).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *