Transinformasi.com, Bandar Lampung – Masyarakat diimbau untuk menyikapi secara positif dan bijak berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama pemberitaan bernada negatif terkait program pemerintah, khususnya pemerintah pusat.
Demikian di utarakan oleh Anggota DPRD kota Bandarlampung dari fraksi Gerindra Rizaldi Adrian dalam acara sosialisasi PIP WK di Kelurahan Gulak -Galik ,Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU) Selasa (20/10/2026).
Rizaldi mengatakan, sejumlah isu yang kerap muncul di media sosial berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan harga bahan pokok. Padahal, kedua sektor tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami tujuan dan manfaat program pemerintah secara menyeluruh sebelum memberikan penilaian terhadap suatu kebijakan atau pembangunan.
“Kita sering mendengar olok-olokan seperti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang disebut dibangun di dekat kuburan, dekat hutan, dan lain sebagainya. Padahal,nantinya keberadaan program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Rizaldi.
Lebih lanjut Anggota Komsi III DPRD Bandarlampung ini menilai, penyebaran informasi yang tidak disertai pemahaman yang utuh berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan sikap kritis dan objektif dalam menerima informasi, termasuk dengan memeriksa kebenaran berita melalui sumber-sumber yang dapat dipercaya,”ucapnya.
Nah,dengan demikian,masyarakat diharapkan dapat turut mendukung program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, sekaligus memberikan kritik dan masukan secara konstruktif demi perbaikan pelaksanaan program pemerintah.
“Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai sarana memperoleh informasi yang bermanfaat, bukan sekadar menyebarkan informasi negatif yang belum terverifikasi,”pungkasnya (*).










