Sri Ningsih Ajak Masyarakat Wujudkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Oplus_16908288
banner 468x60

Transinformasi.com,Bandarlampung– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Ningsih,S.H.,mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami dan menghafalkan Pancasila,tetapi juga benar-benar mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Sri Ningsih saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung,Rabu  (07/10/2026).

Menurut Sri Ningsih, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, pengamalan nilai Pancasila harus dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila jangan hanya kita pahami dan hafalkan, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga sampai lingkungan masyarakat,” ujar Sri Ningsih.

Politisi PDI Perjuangan ini  menjelaskan, penerapan nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana. Di antaranya menjaga kerukunan antar warga, saling menghormati, membantu sesama, mengedepankan gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Menurutnya, kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda merupakan bagian dari realitas bangsa Indonesia. Perbedaan tersebut perlu disikapi dengan sikap saling menghargai agar tidak berkembang menjadi konflik atau perpecahan.

“Perbedaan jangan sampai membuat kita terpecah. Justru dengan semangat Pancasila, kita harus mampu menghargai perbedaan, menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah,” katanya.

Sri Ningsih juga mengingatkan masyarakat agar mengedepankan komunikasi dan koordinasi ketika menemukan persoalan di lingkungan sekitar, khususnya yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban maupun persoalan sosial.

Ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperkeruh keadaan Setiap persoalan, menurutnya, dapat disampaikan kepada aparat setempat agar dapat ditangani sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Pemerintah dan masyarakat harus saling bersinergi.Masyarakat bisa menyampaikan persoalan yang ditemukan di lingkungannya kepada aparat setempat, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Sri Ningsih menilai keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.Sikap saling menghormati, toleransi, kepedulian, kejujuran, serta tanggung jawab perlu dibiasakan sejak dini sehingga menjadi karakter dalam kehidupan anak-anak dan generasi muda.

Ia juga mendorong masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat tidak seharusnya menghilangkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Gotong royong dan kepedulian terhadap sesama harus terus kita jaga. Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita semakin individualis dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sri Ningsih berharap kegiatan PIP-WK tidak berhenti sebatas kegiatan sosialisasi, tetapi dapat memberikan pemahaman yang kemudian diwujudkan melalui perilaku nyata di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, pengamalan Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pancasila harus menjadi bagian dari kehidupan kita.Kalau nilai-nilainya benar-benar diterapkan, mulai dari keluarga,lingkungan RT, kelurahan hingga kehidupan bermasyarakat, tentu akan tercipta suasana yang lebih rukun,aman dan saling menghargai,” pungkasnya.(*/ydn).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *