Transinformasi.com,Bandar Lampung-Anggota Komisi II DPRD kota Bandarlampung, H. Widodo secara konsisten dan berkelanjutan terus melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) kepada masyarakat.
Kegiatan PIP-WK yang di laksanakan di Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kadaton, pada, Sabtu (07/02/2026).ini menjadi bentuk komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Dalam setiap kesempatan sosialisasi PIP-WK ini, legislator PKS ini menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,mulai dari menjaga persatuan,toleransi antara umat beragama,hingga meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Selain itu juga H.Widodo menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Menurutnya Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara atau hafalan semata, melainkan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Nilai-nilai Pancasila, menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan, toleransi, serta keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat,”ucapnya.
“Pengamalan Pancasila harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti saling menghormati, menjaga kerukunan, dan menjunjung tinggi keadilan sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat rasa kebangsaan dan cinta tanah air, terutama di tengah tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus informasi di media sosial.
“Nah,dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, saya berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”kata H.Widodo.
Diketahui kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan dua narasumber yakni Pemateri pertama H. Dedy Garna, S.P. dan dia membahas Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Dimana menurut dia memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia. Dengan nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial.
“Pancasila dapat mengatasi perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, sehingga menciptakan kesatuan dan persatuan. Dan juga Pancasila dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa,” kata dia.
Nilai-nilai Pancasila dapat menciptakan harmoni dan kedamaian dalam masyarakat. Dengan demikian, Pancasila menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia.
Sementara, pemateri ke-dua Sultan, S.H., M.H. Cpn., pembahasan tentang bagaimana pengejawantahan Pancasila, pada sila ke-2 dan sila ke-4.
Pengejawantahan Pancasila pada sila ke-2 (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) dan sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan) dapat diwujudkan dalam beberapa cara yakni menghormati hak asasi manusia, mengatasi diskriminasi dan ketidakadilan, membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan dan keadilan.
Dan sila ke-4 meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, membangun sistem demokrasi yang efektif dan transparan dan menghormati keputusan bersama dan musyawarah. (*/ydn).

















