Transinformasi.com,Bandar Lampung– Penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun karakter bangsa yang kuat, berintegritas, serta menjunjung tinggi persatuan dan toleransi.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Agusman Arief saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Pengajaran Pada Kamis (03/06/2026).

Dalam pemaparannya, Agusman Arief menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tantangan perkembangan zaman, khususnya di era digital, menuntut masyarakat untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut, kita dapat menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang ada,” ujarnya.
Lebih lanjut politisi Demokrat ini menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan masyarakat untuk saling menghormati perbedaan, menjunjung tinggi gotong royong, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurut ketua Komsi II DPRD kota Bandarlampung ini, berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat, seperti konflik, intoleransi, hingga penyebaran informasi yang menyesatkan, dapat diminimalisir apabila nilai-nilai Pancasila terus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Nah,saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,”ucapnya.
Dengan demikian,lanjut dia semangat persatuan dan kebersamaan dapat terus terjaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan bangsa.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan para pendiri bangsa. Pancasila harus terus hidup dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”pungkasnya (*/).










