Sri Ningsih Djamsari Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Kelompok Wanita Tani

banner 468x60

Transinformasi.com,Bandarlampung – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, dari fraksi PDI Perjuangan,Sri Ningsih Djamsari,S.H,terus mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat melalui pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Demikian disampaikan oleh Sri Ningsih Djamsari saat mengadakan salah satu kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, pada Sabtu (11/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sri Ningsih menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari lingkup terkecil,yakni keluarga. Ia menilai, peran kaum ibu melalui Kelompok Wanita Tani sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah.Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pasar.

“Untuk peningkatan ketahanan pangan, salah satunya pemanfaatan lahan kosong dengan menanam sayuran dengan cara hidroponik,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.

Lebih lanjut menurut wakil ketua komisi IV DPRD kota Bandarlampung ini menjelaskan,metode hidroponik menjadi solusi efektif bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

“Nah,selain tidak membutuhkan area yang luas, teknik ini juga dinilai lebih praktis, hemat air, serta mampu menghasilkan tanaman yang lebih bersih dan sehat,”jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Ningsih mendorong agar Kelompok Wanita Tani tidak hanya fokus pada kegiatan bercocok tanam, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil pertanian. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat memiliki nilai tambah dan berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.

“KWT harus menjadi motor penggerak di lingkungan masyarakat, baik dalam hal produksi maupun pengolahan hasil pertanian. Ini penting agar masyarakat bisa mandiri secara pangan dan ekonomi,” tambahnya.

Selain itu,ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan serta pendampingan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun instansi terkait.Dukungan tersebut dinilai sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola pertanian skala rumah tangga.

“Melalui program-program pemberdayaan, seperti bantuan bibit, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga pelatihan teknis yang berkesinambungan,”ucapnya.

Diakhir sambutanya selain membahas ketahanan pangan, Sri Ningsih juga menyoroti persoalan sosial yang saat ini marak di tengah masyarakat, yakni judi online (judol). Ia mengingatkan para orang tua agar lebih waspada dan aktif menjaga anggota keluarga dari pengaruh negatif tersebut.

Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam memberikan pengawasan dan edukasi, terutama kepada anak-anak dan remaja agar tidak terjebak dalam praktik judi online yang dapat merusak masa depan.

“Orang tua harus benar-benar menjaga keluarganya. Jangan sampai terjebak dalam judi online, karena dampaknya sangat besar, baik secara ekonomi maupun sosial,” tegasnya.

Anggota komisi IV DPRD Kota Bandarlampung ini juga  menambahkan, judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat memicu konflik dalam keluarga serta menurunkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Nah,saya berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi serta memperkuat nilai-nilai keluarga sebagai benteng utama dari berbagai pengaruh negatif,”pungkasnya, (ydn).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *