Transiformasi.com,Bandar Lampung – Politisi Partai Demokrat yang juga sebagai anggota DPRD kota Bandarlampung ,Agus Purwanto menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya,adab harus menjadi prioritas sebelum ilmu pengetahuan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Demikian disampaikan oleh Agus Purwanto selaku anggota DPRD kota Bandarlampung saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dilaksanakan di kelurahan Sumberejo Kemiling Selasa (16/06/2026).
Menurutnya,Agus Purwanto bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat agar dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.
“Adab adalah pondasi utama dalam kehidupan.Seseorang boleh memiliki ilmu yang tinggi, tetapi tanpa adab yang baik, ilmu tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal. Karena itu, adab harus didahulukan sebelum ilmu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesopanan, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama.
“Nah,selain keluarga, lingkungan pendidikan dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan,”tegasnya.
Sementara itu, narasumber Anggalana menambahkan bahwa adab memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seseorang.
Menurutnya, ilmu yang dimiliki seseorang akan lebih bernilai apabila disertai dengan akhlak dan perilaku yang baik.
“Adab lebih penting daripada ilmu. Sebab adab menjadi penuntun dalam menggunakan ilmu secara benar.Orang yang berilmu tetapi tidak memiliki adab dapat menyalahgunakan ilmunya, sedangkan orang yang beradab akan mampu menempatkan ilmu untuk kemaslahatan dan kebaikan bersama,” jelas Anggalana.(ydn).










