Transinformasi.com,Bandarlampung– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung,Sri Ningsih, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Sri Ningsih saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) bersama masyarakat di kelurahan Sukarame Selasa (29/09/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh maupun menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diiringi dengan kehati-hatian.
“Jari mu bisa jadi malapetaka. Karena itu, sebelum kita menulis, memberikan komentar atau membagikan sesuatu di media sosial, pikirkan terlebih dahulu dampaknya,” ujar Sri Ningsih.

Lebih lanjut Srikandi PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban ulah orang yang tidak bertanggung jawab di media sosial. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi pelajaran bahwa setiap orang harus berhati-hati ketika beraktivitas di ruang digital.
“Pengalaman itu menjadi pelajaran bagi saya.Jangan sampai kita menjadi korban, atau justru menjadi orang yang merugikan orang lain karena penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Sri Ningsih meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi yang diterima harus terlebih dahulu diperiksa kebenarannya sebelum disebarluaskan.
Terlebih, kata dia, informasi yang tidak benar, ujaran kebencian maupun komentar yang dapat memicu konflik berpotensi merusak hubungan antarmasyarakat.
“Kalau mendapatkan informasi, jangan langsung percaya dan jangan langsung share. Saring dulu, cek kebenarannya. Kalau memang tidak bermanfaat dan justru bisa menimbulkan masalah, lebih baik tidak usah disebarkan,” tegasnya.
Sri Ningsih menambahkan, sikap bijak dalam bermedia sosial merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, masyarakat harus tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan pendapat dan mengedepankan etika ketika berkomunikasi, termasuk di dunia maya.
“Berbeda pendapat itu boleh, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita saling menghujat dan memecah persatuan. Mari gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” pungkasnya.(*).










