Transinformasi.com,Bandarlampung– Fenomena geng motor, tawuran antar remaja hingga konten negatif di media sosial menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penguatan pembinaan karakter agar para pelajar tidak mudah terseret dalam pergaulan yang merusak masa depan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, menilai keberadaan Rohani Islam (Rohis) di sekolah memiliki peran penting sebagai salah satu benteng moral bagi para pelajar.
Hal tersebut disampaikan Suhada saat menghadiri Grand Launching Anggota Muda Rohis (GLA Amar) 2026 yang digelar Forum Kerja Sama Alumni Rohis (FKAR) di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Ahad (04/10/2026).
Menurut Suhada, perkembangan teknologi dan media sosial membuat tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks. Informasi dan berbagai konten dapat diakses dengan mudah, termasuk konten yang berpotensi mendorong perilaku negatif.

“Dinamika dan tantangan remaja saat ini sangat besar. Kita berharap generasi muda ke depan memiliki benteng diri yang lebih kuat,” ujar Suhada.
Mantan Ketua Umum FKAR Bandarlampung itu menegaskan, Rohis jangan hanya dipandang sebagai organisasi keagamaan di lingkungan sekolah. Rohis harus mampu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus tempat tumbuhnya pergaulan yang sehat bagi pelajar.
Menurutnya, pembinaan melalui Rohis dapat diarahkan untuk memperkuat akhlak, mencegah pergaulan bebas, menjauhi penyalahgunaan narkoba serta membangun kesadaran pelajar untuk menaati aturan sekolah dan menghormati orang tua.
Bangun Pergaulan Positif
Suhada juga menekankan pentingnya lingkungan pertemanan dalam membentuk karakter remaja. Menurutnya, pengaruh teman sebaya sangat besar dalam menentukan sikap dan perilaku seorang pelajar.
Karena itu, Rohis diharapkan mampu menjadi wadah pertemanan positif yang memberikan alternatif bagi pelajar di tengah maraknya kelompok pergaulan yang berpotensi menyeret mereka ke tindakan negatif.
Ia mendorong anggota Rohis tidak hanya aktif mengikuti kegiatan internal, tetapi juga berani menjadi teladan dan mengajak pelajar lainnya melakukan berbagai kegiatan positif.
“Rohis harus mampu menjadi contoh bagi sesama pelajar dan aktif mengajak teman-temannya di sekolah untuk berkontribusi positif,” tegasnya.
Suhada berharap keberadaan Rohis dapat memberikan warna positif di lingkungan sekolah, baik dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Ia menilai penguatan karakter dan nilai keagamaan sejak bangku sekolah menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang memiliki ketahanan diri menghadapi derasnya pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan.
“Nah,dengan demikian bisa memberikan warna yang baik bagi dunia akademik maupun lingkungan sosial mereka,” pungkasnya (*/ydn).










