Semangat Sumpah Pemuda,Heti Friskatati Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Persatuan

banner 468x60

Transinformasi.com, Bandarlampung-Memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, anggota DPRD Kota Bandar Lampung, fraksi Golkar,Heti Friskatati, S.H.,mengajak masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Heti saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Perum BKP, Kecamatan Kemiling, Rabu (28/10/2026).

Menurut Heti, semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

Lebih lanjut Ia menegaskan, perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam mempererat persaudaraan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Melalui semangat Sumpah Pemuda, mari kita perkuat silaturahmi, menjaga persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Heti .

“Nah,dengan demikian, kata Heti semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kerukunan, saling membantu, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat,”tegasnya.

Diketahui dalam pelaksanaan PIP-WK tersebut, Heti Friskatati menghadirkan dua narasumber, yakni Jamhari, S.Ag., seorang wartawan senior, serta Mashudi, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Kedua narasumber memaparkan pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam bersikap, bertindak, serta menjalin hubungan sosial dengan sesama.

Masyarakat juga diajak untuk membiasakan sikap saling menghormati, menjaga toleransi, mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta menghidupkan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.

“Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, diharapkan masyarakat dapat membangun kehidupan yang rukun dan damai sekaligus mencegah munculnya perselisihan akibat perbedaan pandangan maupun kepentingan,”kata narasuberi Jamhari.

Selain itu, kata Jamhari wawasan kebangsaan dinilai penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 perlu terus dijaga dan diterapkan oleh seluruh generasi,”pungkasnya (*/ydn).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *