Transinformasi.com, Bandarlampung-Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, dari fraksi Demokrat,Agusman Arief,S.E.,M.M, menyebut bahwa ibadah puasa merupakan ibadah yang penuh dengan nilai keikhlasan karena hanya Allah SWT dan diri sendiri yang benar-benar mengetahui seseorang menjalankannya dengan sungguh-sungguh atau tidak.
Demikian disampaikan oleh Agusman Arief saat memberikan pandangannya mengenai makna ibadah puasa di bulan suci Ramadan dalam acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU),Sabtu (07/03/2026).

Menurutnya, Agusman Arief bahwa puasa memiliki keistimewaan dibandingkan ibadah lainnya karena bersifat sangat pribadi.
“Puasa itu misteri, hanya Allah dan kita yang tahu. Karena itu puasa mengajarkan kejujuran, keikhlasan, serta pengendalian diri,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, dalam menjalankan puasa umat Islam tidak hanya menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga dituntut untuk menjaga sikap, ucapan, serta perbuatan agar tidak mengurangi nilai ibadah tersebut.
Agusman Arief juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Nah,melalui puasa seseorang dapat belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan peduli terhadap sesama, sehingga nilai-nilai kebaikan yang didapat selama Ramadan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”tegasnya.
Diketahui kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan dua narasumber yakni narasumber Okta Ainita,S.H,dan narasumber kedua Indah Satria,S.H.,M.H.dari Akademisi yang turut memberikan pemaparan materi.
Dalam paparan salah satu narasumber Okta Ainita memaparkan terkait pentingnya menjaga lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan sesuai dengan nilai nilai Pancasila.
Ditambahkan oleh narasumber kedua yakni Indah Satria,S.H.,M.H dari akademisi memaparkan pengertian sila Tiga Pancasila Persatuan indonesia.
“Nah,Persatuan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya yang ada di lingkungan sekitar,”ucapnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat,kata dia persatuan juga tercermin melalui kegiatan gotong royong, menjaga kerukunan antar warga, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persaudaraan.(ydn).

















