Transiformasi.com,Bandar Lampung – Srikandi partai Golkar yang juga selaku anggota DPRD Hetti Friskatati,S.H, mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan menghormati setiap perbedaan yang ada di lingkungan masyarakat.
Demikian diungkapkan oleh Hetti Friskatati saat menggelar acara Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) digelar di Kelurahan Kedaung Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Jumat (15/05/2026).

Menurutnya,keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama.
“Perbedaan itu indah, jangan dijadikan perbedaan sebagai pemicu perpecahan. Justru dengan adanya keberagaman kita harus saling menghargai dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Lebih lanjut Srikandi partai Golkar ini juga menegaskan bahwa masyarakat harus bijak dalam bergaul dan berinteraksi di lingkungan sosial.Terlebih di era digital saat ini,masyarakat terutama generasi muda harus mampu menyaring pengaruh negatif dari lingkungan maupun media sosial.
“Silahkan bergaul dengan siapa saja dan di mana saja, namun kita harus tetap mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.Jangan sampai terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak diri sendiri maupun lingkungan,” katanya.
Selain itu,anggota komisi II DPRD Kota Bandarlampung ini menilai penerapan nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan sejak dalam lingkungan keluarga.
“Intinya keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk karakter anak agar memiliki sikap toleransi,etika,dan rasa cinta terhadap tanah air,”kata Hetti.
Selain itu juga Hetti menghimbau kepada generasi muda agar tidak melakukan hal-hal negatif seperti tawuran dan balap liar yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.Menurutnya, generasi muda harus mampu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif serta menjaga pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang melanggar hukum.
“Anak-anak muda saat ini harus lebih bijak dalam bergaul dan menggunakan waktu sebaik mungkin.Jangan sampai terlibat tawuran, balap liar, ataupun tindakan negatif lainnya yang dapat merusak masa depan,”tegasnya.
Ditambahkan oleh dua narasumber yakni Jamhari dan Mashudi yang memaparkan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga. Keduanya menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk karakter, etika,serta rasa nasionalisme pada anak.
Menurut mereka,penerapan nilai Pancasila harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti saling menghormati,menjaga komunikasi yang baik,menanamkan sikap toleransi,gotong royong, hingga menghargai perbedaan di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Lingkungan keluarga menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan memahami nilai-nilai kebangsaan.Jika nilai Pancasila diterapkan sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai persatuan dan memiliki rasa tanggung jawab,” ujar narasumber.(*/ydn).










