Transinformasi.com,Bandar Lampung – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta wawasan kebangsaan generasi penerus bangsa.
Demikian disampaikan oleh Endang Asnawi saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukaraja Rabu (04/06/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengamalan nilai-nilai Pancasila diawali dari keluarga. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, kejujuran, dan rasa hormat kepada sesama sejak usia dini,” ujar Endang Asnawi.
Menurutnya,keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter anak. Melalui pendidikan dan keteladanan dari orang tua, anak akan lebih mudah memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
Selain itu,Endang Asnawi juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan era digitalisasi yang semakin pesat. Ia meminta para orang tua untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak guna menghindari berbagai dampak negatif yang dapat muncul dari penggunaan teknologi dan media sosial.
“Di era digital saat ini, orang tua harus lebih aktif berkomunikasi dengan anak. Jangan sampai anak mencari jawaban dan perhatian di luar rumah tanpa pendampingan yang baik. Komunikasi yang intens menjadi salah satu cara untuk mencegah pengaruh negatif dari perkembangan teknologi,” katanya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa keterbukaan antara orang tua dan anak akan membantu menciptakan hubungan yang harmonis sekaligus menjadi sarana pengawasan yang efektif terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan pergaulan maupun di dunia digital.
Menurutnya,penerapan nilai-nilai Pancasila dalam keluarga dapat dilakukan melalui berbagai kebiasaan sederhana, seperti membiasakan musyawarah dalam mengambil keputusan,menghargai perbedaan pendapat,saling membantu antar anggota keluarga, serta menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab.
“Orang tua harus menjadi teladan yang baik.Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dan rasakan di rumah. Karena itu, keluarga harus menjadi contoh dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Endang Asnawi menilai bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga masuknya berbagai budaya dan informasi yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.Oleh sebab itu, penguatan ideologi Pancasila menjadi sangat penting sebagai benteng dalam menjaga jati diri bangsa.
“Saya berharap melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan,masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat,”jelasnya.
“Jika nilai-nilai Pancasila sudah tertanam kuat dalam keluarga, maka akan lahir generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.
Diketahui dalam kegiatan tersebut turut hadir dua narasumber, yakni Yani Suheli, S.H., yang merupakan pengurus PDI Perjuangan, serta Anggalana, S.H., dosen Universitas Bandar Lampung.
Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Suheli menekankan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam bersikap dan berinteraksi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Anggalana menjelaskan berbagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, pendidikan, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kedua narasumber juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. (*).










