Transinformasi.com,Bandar Lampung – Anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Ketua Fraksi PAN, Edison Hadjar, mengajak generasi muda untuk mengenali, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Edison, keberagaman suku, agama, ras dan budaya yang menjadi kekayaan Indonesia harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
Hal itu disampaikannya saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di wilayah Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Minggu (27/9/2026).
Edison mencontohkan keberagaman masyarakat di Provinsi Lampung yang memiliki dua kelompok adat besar, yakni Pepadun dan Saibatin.
“Coba bayangkan kalau antarsuku tidak akur. Bisa terpecah. Karena itu, Pancasila menjadi ideologi yang menyatukan masyarakat Indonesia,” kata Edison.
Ia menegaskan, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beragam suku bangsa, bahasa, budaya, ras, dan agama. Namun, perbedaan tersebut dapat disatukan melalui semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila.
“Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya, ras dan agama serta perbedaan lainnya. Namun kita bisa hidup rukun dan damai karena adanya ideologi Pancasila. Masyarakat tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya dan tetap menjunjung persatuan dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Edison juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Menurutnya, isu SARA sangat sensitif dan dapat memicu konflik apabila tidak disikapi secara bijak.
“Coba kalau orang Jawa menghina orang Lampung, ini bisa menjadi persoalan. Begitu juga kalau saling mengejek agama. Isu SARA sangat berbahaya karena bisa memecah belah persatuan,” tegasnya.
Ia menilai, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi membuat generasi muda harus semakin bijak dalam menyikapi berbagai informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Karena itu, Edison meminta generasi muda tidak hanya mengetahui Pancasila secara teori, tetapi juga memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Indonesia bisa hancur jika kita tidak berpegang teguh pada ideologi Pancasila. Karena itu, mari para generasi muda mengenali dan memahami apa makna Pancasila serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Edison juga mengaitkan pentingnya penguatan nilai Pancasila dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keberlangsungan bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.
“Tahun 2045 Indonesia Emas, tepat 100 tahun Indonesia merdeka. Dalam politik pun walaupun berbeda visi dan misi, tetap harus memiliki satu tujuan, yaitu membangun negeri ini,” ujarnya.
Ia berharap perbedaan suku, agama maupun pilihan politik tidak menjadi alasan untuk saling menjauhkan diri.
“Jangan sampai masalah kesukuan merusak dan mencederai citra Pancasila. Bagaimana kita menjaga Indonesia supaya tetap aman, tertib, tenteram dan damai. Kita boleh berbeda, tetapi tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Edison.(*).










