Anggota DPRD Nilai Walikota Bandar Lampung  Tak Punya Konsep Jelas dan Terukur Penanganan Banjir

banner 468x60

Transinformasi.com,Bandar Lampung-Penanganan banjir oleh Walikota Bandarlampung Eva Dwiana di Kota Tapis berseri ini menuai sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bandarlampung.

Hal ini di tegaskan oleh salah satu anggota DPRD dari Fraksi Demokrat kota Bandarlampung Agus Purwanto  menilai walikota Bandar Lampung belum memiliki konsep yang jelas dan terukur dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah setiap musim hujan.

Menurut Anggota komisi IV DPRD ini menegaskan bahwa hingga kini langkah yang dilakukan Pemkot masih bersifat parsial dan reaktif, tanpa didukung perencanaan jangka pendek, menengah, maupun panjang yang matang. Akibatnya, banjir terus berulang di titik-titik yang sama, bahkan cenderung semakin meluas.

“Setiap tahun masalahnya itu-itu saja.Tapi konsep penanganan banjir dari Pemkot tidak pernah terlihat jelas.Tidak ada peta jalan (roadmap) yang bisa menjadi acuan,” kata Agus Purwanto saat diwawancarai Selasa (14/1/2026).

Menurutnya,penanganan banjir seharusnya tidak hanya fokus pada normalisasi drainase atau pengerukan sungai semata, melainkan harus terintegrasi dengan penataan tata ruang, pengendalian alih fungsi lahan, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti kolam retensi dan tanggul.

Lebih lanjut bendahara Fraksi Partai Demokrat Bandarlampung juga menepis alasan keterbatasan anggaran.Menurut Agus, Kota Bandar Lampung memiliki kemampuan fiskal yang cukup, namun persoalannya terletak pada arah penggunaan anggaran yang dinilai belum tepat sasaran.

“Jangan bicara anggaran.Bandar Lampung ini uangnya ada, tapi banyak digunakan untuk kegiatan yang tidak atau kurang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk penanganan banjir,” ujarnya.

Agus Purwanto mengingatkan, banyak faktor yang menjadi penyebab banjir di Bandar Lampung dan semuanya membutuhkan penanganan serius serta terintegrasi.Mulai dari penyempitan sungai, jalan yang ditutup dengan cor beton sehingga menghambat aliran air, hingga kondisi drainase yang rusak dan mampet namun belum juga diperbaiki.

Selain faktor infrastruktur, ia juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga memperparah penyumbatan saluran air.

“Masalahnya kompleks, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Justru di sinilah dibutuhkan langkah cepat dan tegas dari wali kota.Jangan dibiarkan masyarakat terus menjadi korban setiap musim hujan,” kata Agus.

Ia menegaskan, warga Bandar Lampung menunggu langkah konkret dan perencanaan yang pasti dari kepala daerahnya. Bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan nyata yang mampu mengatasi banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kita harus ingatkan wali kota, masyarakat kita kasihan. Setiap hujan turun selalu diliputi rasa takut akan banjir. Warga menunggu planning yang jelas dan tegas dari pemimpinnya,” pungkasnya (*/ydn).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *