Transinformasi.com,Bandarlampung – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Ningsih,S.H,mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) memanfaatkan pekarangan rumah sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendukung ketahanan pangan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Sri Ningsih saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Senin (11/05/2026).
Menurut Sri Ningsih, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi langkah sederhana namun memiliki manfaat besar bagi kebutuhan rumah tangga maupun ekonomi keluarga.
“Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, cabai, tomat maupun tanaman obat keluarga. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, hasilnya juga bisa dijual sehingga membantu menambah penghasilan,” ujarnya.
Lebih lanjut menurut wakil ketua Komsi IV DPRD ini menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kemandirian yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk melalui kegiatan produktif di lingkungan rumah.
“Saya sangat mendukung masyarakat, khususnya kaum ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani, agar terus kreatif memanfaatkan lahan sempit dengan menggunakan Polygon maupun metode hidroponik,”jelasnya.
Sri Ningsih juga menjelaskan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari keluarga. Serta bisa mengelola dengan baik, pekarangan rumah tidak hanya menghasilkan pangan sehat tetapi juga menjadi upaya meningkatkan perekonomian.
“Nah,jika setiap rumah mampu memanfaatkan pekarangan dengan baik,maka hal itu dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat ,”tegasnya.
Diketahui dalam kegiatan tersebut selain dihadiri para narasumber, hadir pula jajaran Polsek Sukarame yang turut memberikan dukungan terhadap upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.
Warga yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan berdialog mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan di lingkungan keluarga serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.(*).










