Transiformasi.com,Bandarlampung-Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari fraksi Gerindra Asroni Paslah mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Hal tersebut disampaikan Asroni saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Rabu (13/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Asroni menyoroti maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial yang dinilai dapat memicu kesalahpahaman hingga perpecahan di tengah masyarakat apabila tidak disikapi dengan bijak.

“Saat ini banyak sekali berita-berita hoaks yang berseliweran di dalam media sosial, jadi masyarakat harus jeli dan jangan mudah percaya sebelum mengetahui kebenarannya,” ujar Asroni di hadapan peserta sosialisasi.
Menurutnya, masyarakat harus membiasakan diri untuk menyaring informasi sebelum membagikannya kembali kepada orang lain.Ia menilai penggunaan media sosial yang tidak disertai sikap bijak dapat menimbulkan konflik sosial dan merusak persatuan.
Karena itu, Asroni mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun di media sosial.
“Jaga mulut dan jaga jari dalam bersosmed. Jangan sampai karena komentar ataupun unggahan yang tidak bijak justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” katanya.
Selain ketua Komsi IV DPRD kota ini membahas pentingnya menjaga etika bermedia sosial, Asroni juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan PIP-WK bukan hanya sekadar menyampaikan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan yang terjadi di lingkungan mereka masing-masing.
“Kegiatan PIP ini bukan hanya menyampaikan nilai-nilai Pancasila, namun juga menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sehingga apa yang menjadi kebutuhan warga dapat diperjuangkan,” tegasnya.
“Saya berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat rasa kebersamaan, serta memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif dan bermanfaat,”pungkasnya(*/ydn).










