Transinformasi.com,Bandar Lampung-Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI-P Wiyadi,mengajak masyarakat untuk mengedepankan akhlak dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Ajakan tersebut disampaikan Wiyadi saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Lingkungan Lengkung Langit, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Sabtu (04/07/2026).
Dalam pemaparannya, Wiyadi menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh tingginya ilmu pengetahuan,tetapi juga oleh kualitas akhlak dan karakter masyarakatnya.

Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki moral, etika, dan rasa tanggung jawab.
“Berilmu itu sangat penting, tetapi harus disertai dengan akhlak yang baik.Ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah dan manfaatnya. Karena itu,mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membentuk karakter, sehingga ilmu yang kita miliki benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa,”kata Wiyadi.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa implementasi sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, harus diwujudkan melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menghormati setiap umat beragama dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
“Nilai ketuhanan menjadi fondasi utama dalam membentuk akhlak yang mulia. Jika masyarakat memiliki keimanan yang kuat, maka akan tumbuh sikap jujur, saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan menjaga persatuan,” katanya.
Wiyadi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.Orang tua diharapkan mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong sejak usia dini.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, masyarakat harus mampu menyaring setiap informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, budaya bangsa, maupun ajaran agama.
“Kita harus terus menjaga persatuan, memperkuat rasa kebersamaan,serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, berakhlak mulia, dan bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya,(ydn).










