Transiformasi.com,Bandar Lampung– Kasus perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan kota Bandarlampung menjadi perhatian serius Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah.
Ia mengingatkan para orang tua untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak sebagai langkah penting dalam mencegah terjadinya tindakan perundungan, baik sebagai korban maupun pelaku.
Demikian pernyataan disampaikan oleh Asroni Paslah menyusul sejumlah kasus kekerasan antar pelajar yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurutnya, pengawasan dan komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak serta menghindarkan mereka dari perilaku menyimpang.
“Orang tua harus lebih banyak meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat mengetahui kondisi psikologis, lingkungan pergaulan, hingga persoalan yang sedang dihadapi anak,”kata Asroni Paslah Rabu (03/06/2026).
Lebih lanjut politisi Gerindra ini menjelaskan, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membuat anak-anak lebih rentan terpapar berbagai pengaruh negatif.
“Ya,peran keluarga tidak bisa digantikan oleh siapa pun dalam memberikan pendampingan, perhatian, dan pendidikan karakter kepada anak,”kata Asroni Paslah.
Menurutnya, banyak kasus bullying yang berawal dari kurangnya pengawasan serta minimnya komunikasi antara orang tua dan anak.Akibatnya, berbagai persoalan yang dialami anak sering kali tidak terdeteksi sejak dini.
Selain peran orang tua, Ketua Komisi IV juga meminta pihak sekolah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik dan memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Nah,peran Guru dan tenaga pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,”jelasnya.
“Bullying bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Dampaknya bisa memengaruhi kesehatan mental, prestasi belajar, bahkan masa depan anak. Karena itu diperlukan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk mencegahnya,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung,lanjutnya, mendukung upaya sekolah dalam melakukan pembinaan terhadap siswa yang terlibat kasus perundungan. Pendekatan edukatif dan pendampingan dinilai lebih efektif untuk membangun kesadaran serta memperbaiki perilaku anak.
“Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan kasus-kasus bullying yang terjadi sebagai pelajaran bersama agar lingkungan pendidikan di Bandar Lampung semakin kondusif dan ramah bagi tumbuh kembang anak,”kata Asroni Paslah.
Selain itu juga dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga anak-anak dalam keluarga.”Komunikasi yang baik di rumah, pengawasan di sekolah, dan kepedulian lingkungan menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berakhlak baik,” pungkasnya.(*).










