Transiformasi.com,Bandar Lampung–Regenerasi menjadi salah satu kunci keberlangsungan olahraga kebugaran di Indonesia.
Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Sertifikasi Instruktur Senam Nusantara 3 dan Senam Segar se-Sumbagsel yang diselenggarakan oleh Organisasi Kebugaran Indonesia (ORKI) bekerja sama dengan Komunitas Senam Nusantara (KSN) Provinsi Lampung di Asrama Haji Lampung, Sabtu–Minggu (4–5 Juli 2026).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 107 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tersebut tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi para instruktur senam, tetapi juga menandai semakin besarnya keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan olahraga kebugaran di Indonesia.

Penggagas kegiatan,Bunda Sulis, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari kalangan Generasi Z (Gen Z) yang mulai tertarik mengikuti sertifikasi instruktur senam.
Menurutnya,kehadiran generasi muda menjadi harapan baru dalam menjaga eksistensi senam agar tetap berkembang dan mampu mengikuti perubahan zaman.
“Ya,melihat semakin banyak anak muda mengikuti sertifikasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami.Mereka adalah generasi yang kreatif, adaptif, dan dekat dengan perkembangan teknologi.Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun budaya hidup sehat melalui olahraga,” ujar Bunda Sulis saat ditemui di sela-sela kegiatan, Ahad (05/07/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital dan media sosial membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam mengampanyekan pentingnya pola hidup sehat.
Dengan pendekatan yang kreatif, olahraga senam dapat dikemas menjadi aktivitas yang menarik, menyenangkan, sekaligus relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.
Menurut Bunda Sulis, selama ini masih terdapat anggapan bahwa senam hanya diperuntukkan bagi kalangan ibu-ibu atau lanjut usia. Padahal, senam merupakan olahraga yang dapat dilakukan oleh semua kelompok usia karena memiliki manfaat besar bagi kesehatan fisik maupun mental.
“Karakter Gen Z yang easy going dan adaptif ini sangat luar biasa. Namun,di balik kreativitas itu mereka juga harus memiliki tubuh yang sehat dan mental yang kuat. Melalui senam yang gembira, kita ingin mereka bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga bahagia. Ketika mereka sudah memiliki sertifikasi instruktur, mereka dapat menjadi contoh sekaligus mengajak teman-teman sebayanya menjalani gaya hidup sehat,” katanya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis sebagai instruktur, kegiatan sertifikasi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai metode mengajar, kepemimpinan, komunikasi,serta etika profesi sehingga mampu menjadi instruktur yang profesional di tengah masyarakat.
Bunda Sulis optimistis sinergi antara pengalaman para instruktur senior dan semangat inovatif generasi muda akan menjadi kekuatan besar dalam membangun budaya olahraga yang lebih inklusif.
“Nah,dengan semakin banyaknya instruktur muda yang tersertifikasi, senam diyakini tidak hanya menjadi olahraga kebugaran, tetapi juga berkembang sebagai gaya hidup sehat yang diminati lintas generasi,”ucapnya.
“Dan melalui kolaborasi ORKI dan KSN Provinsi Lampung, sertifikasi ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya instruktur-instruktur muda yang kompeten, profesional, serta mampu menjadi pelopor gerakan hidup sehat di wilayah Sumatera Bagian Selatan,”tegasnya.
Sementara antusiasme tersebut turut dirasakan para peserta muda. Salah satunya Sholeh, mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela), yang mengaku memperoleh pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti pelatihan.
Sholeh mengatakan, sebelum mengikuti kegiatan tersebut dirinya menganggap senam sebagai olahraga yang monoton.Namun setelah menjalani pelatihan selama dua hari, pandangannya berubah karena senam ternyata mampu menghadirkan suasana yang energik, menyenangkan, dan membangun kebersamaan.
“Awalnya saya mengira senam itu kaku, ternyata sangat seru dan penuh energi.Setelah mengikuti sertifikasi ini, saya semakin termotivasi untuk mengajak teman-teman di kampus menjalani pola hidup sehat melalui olahraga kebugaran, khususnya senam. Saya ingin menunjukkan bahwa anak muda juga bisa tampil bugar, produktif, dan percaya diri melalui olahraga,” ungkap Sholeh.(*/).










